INFORMASI :

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI PEMERINTAH DESA BALINGASAL KECAMATAN PADURESO KABUPATEN KEBUMEN

Data Pantauan Corona Desa

Loading..

KUDA KEPANG, KESENIAN TRADISIONAL YANG MELEGENDARIS

KUDA KEPANG, KESENIAN TRADISIONAL YANG MELEGENDARIS

POTENSI DESA | Indonesia adalah Negara yang kaya akan seni dan budaya. Setiap daerah yang terbentang dari setiap pulau memiliki keunikan yang tersendiri, terutama pada seni tradisional yang telah diwariskan secara turun temurun pada generasinya. Kekayaan ini sudah sepantasnya harus tetap terjaga kelestariannya, seperti pada pertunjukan seni tradisional di Jawa.

Di pulau Jawa, yakni tepatnya di Desa Balingasal Kecamatan Padureso Kabupaten Kebumen terdapat sebuah pertunjukan kesenian tradisional yang memiliki keunikan dan daya tarik cukup besar bagi masyarakat, karena dalam kesenian tersebut terjadi peristiwa yang tidak bisa dijelaskan dengan nalar manusia dalam setiap pementasannya. Pertunjukan kesenian tardisional tersebut adalah Kuda Kepang. Kuda Kepang merupakan kesenian tarian tradisional yang menggunakan properti anyaman bambu yang dibentuk menyerupai kuda dan diberi klinthingan, dalam bahasa daerah lain dinamakan ebeg. Jenis kesenian tradisional ini sangat lekat dengan kehidupan masyarakat khususnya yang berada di wilayah pedesaan, kesederhanaan yang ada didalamnya menjadikan ciri khas dari kesenian rakyat di Indonesia.

Sejarah kesenian Kuda Kepang lahir di Desa Balingasal pada tahun 1996, sekelompok masyarakat sepakat untuk menguri-uri atau melestarikan dengan membuat Kuda Kepang dan membeli peralatan untuk pertunjukan diantaranya kendang, angklung, gong, kenong, pecut, barongan, dan juga banteng. Tidak ketinggalan pula yang paling penting yaitu seragam penari/dalang. Dana untuk membeli perlengkapan tersebut didapatkan dari uang sukarela anggota kesenian yang saat itu berjumlah 30 orang hingga terkumpul sekitar 5 juta rupiah. Setelah semua penunjang pentas Kuda Kepang lengkap, diadakan latihan sebanyak dua kali dalam seminggu. Kepala kelompok pada saat itu Bapak Supardi (Alm) sebagai pelatih tarian Kuda Kepang. Jenis tarian yang di tampilkan antara lain rete-rete, jorong, perang, dan lenggeran. Seiring dengan perkembangan zaman, kesenian Kuda Kepang menjadi tontonan kesenian hiburan yang digunakan untuk memeriahkan berbagai acara, seperti dalam pernikahan, khitanan, peringatan hari-hari besar, dan lain-lain.

Kini sudah 24 tahun kesenian kuda kepang berjalan, ada berapa kali pergantian dalang dan sudah reorganisasi yang kesekian kalinya. Keaslian, kualiatas juga ciri khas masih terjaga sampai saat ini. Kesenian Kuda Kepang Desa Balingasal dipopulerkan oleh sebuah grup kesenian bernama “Kuda Kepang Setyo Budoyo Tunggul Wulung” yang dipimpin oleh Bapak Sumarto/Semprul, dikelola oleh Bapak Suyudono dan Bapak Cipta Yitno berperan sebagai pawang Kuda Kepang. Tidak terlalu mahal untuk bisa menanggap tontonan Kuda Kepang ini hanya perlu merogoh saku sekitar 2,5 juta dan sudah bisa menikmati pertunjukkan semalam suntuk. Hal yang paling menjadi daya tarik dan ciri khas dari kesenian Kuda Kepang Setyo Budoyo Tunggul Wulung yaitu tarian jorongnya karena kesenian lain tidak ada atau tidak punya tarian tersebut. Hingga banyak kesenian serupa lainnya yang belajar dan menimba ilmu tarian Jorongnya. Kesenian kuda kepang juga menyuguhkan atraksi kesurupan, kekebalan, dan kekuatan magis, seperti atraksi memakan padi, kembang, beling dan kekebalan tubuh terhadap deraan pecut. Besar harapan kesenian tradisonal Kuda Kepang ini terus berkembang di masyarakat dan menjadi sebuah tontonan yang mengasyikkan. Bahkan masih tetap eksis dalam perkembangan zaman.

Bagikan :

Tambahkan Komentar Ke Twitter

Data Desa

Statistik Pengunjung

Polling 1

Polling 2